![]() |
| Foto:Direktur BEI mengundurkan diri setelah 2 hari IHSG anjlok |
VISTORBELITUNG.COM,Jumat, 30 Januari 2026 – Pasar modal Indonesia pagi ini menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melakukan rebound signifikan ke level 8.300-an, justru di hari pengumuman pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski dibayangi berita mundurnya pucuk pimpinan bursa, sentimen pasar ternyata bergerak positif. IHSG dibuka menguat dan berhasil menguat hingga menembus level psikologis 8.300 di sesi pagi. Pemulihan ini mengindikasikan bahwa pasar memiliki faktor pendorong lain yang lebih kuat, mengatasi ketidakpastian yang mungkin timbul dari perubahan kepemimpinan di BEI.
Analis menilai, rebound ini didorong oleh beberapa faktor:
1. Akuisisi momentum teknis setelah koreksi di hari-hari sebelumnya.
2. Sinyal positif dari pasar global yang mendukung aliran modal asing.
3. Fundamental kuat dari emiten-emiten utama yang menarik minat investor untuk hunting saham murah.
8 Saham "Ngacir" Jadi Primadona
Yang lebih menarik, di tengah momentum pemulihan pasar, terdapat 8 saham yang justru melesat dengan kinerja gemilang, mencatatkan kenaikan antara 10% hingga 26%. Kinerja ini jauh melampaui kenaikan indeks secara umum, menunjukkan adanya sentimen dan faktor spesifik yang mendorong saham-saham tersebut.
Meski nama saham tidak disebutkan secara eksplisit dalam referensi, pola seperti ini biasanya terjadi pada saham-saham dengan:
· Kinerja kuartalan yang solid dan prospek bisnis cerah.
· Sektor yang sedang menjadi favorit pasar, seperti komoditas, teknologi finansial, atau konsumsi.
· Trigger berita perusahaan spesifik seperti kontrak baru, ekspansi, atau pembagian dividen yang menarik.
Rebound pagi ini memberikan sinyal penting: pasar memiliki ketahanan dan peluang selalu muncul di tengah volatilitas. Bagi investor, momen seperti ini menjadi waktu yang tepat untuk:
1. Menganalisis ulang portofolio: Identifikasi saham-saham fundamental kuat yang oversold.
2. Memantau pergerakan saham-saham "pemimpin": Aksi 8 saham yang melesat bisa menjadi indikator sektor atau tema investasi yang sedang diincar pelaku pasar.
3. Berkelola risiko dengan disiplin: Momentum pemulihan harus disikapi dengan tetap mematuhi rencana investasi dan batasan risiko.
Pengunduran diri Dirut BEI tentu akan menjadi perhatian jangka panjang terkait tata kelola dan strategi pengembangan pasar modal. Namun, reaksi pasar hari ini membuktikan bahwa likuiditas dan fundamental emiten tetap menjadi penentu utama pergerakan harga saham di lapangan.
Pergerakan IHSG yang berhasil rebound di atas level 8.300, ditambah dengan performa luar biasa dari beberapa saham pilihan, menyuntikkan optimisme baru. Investor kini menantikan apakah kekuatan ini dapat bertahan hingga penutupan perdagangan dan menjadi fondasi pemulihan berkelanjutan pekan depan.
