Heboh! Prosesi Pemakaman di Sampang Terhenti, Ibu-Ibu Tagih Utang Ratusan Juta Ke Almarhumah -->

Heboh! Prosesi Pemakaman di Sampang Terhenti, Ibu-Ibu Tagih Utang Ratusan Juta Ke Almarhumah

Mar 2, 2026, March 02, 2026

 

Foto:Prosesi Pemakaman Terhenti Karena ada pihak yang Menagih sejumlah Hutang


VISTORBELITUNG.COM,Sampang, Madura – Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di prosesi pemakaman seorang warga di Desa Ragung, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura. Proses penguburan jenazah mendadak dihentikan oleh seorang ibu-ibu yang mengaku sebagai pihak pemberi pinjaman.


Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, khususnya akun Instagram komunitaskabarmadura, insiden ini terjadi dan langsung menyita perhatian warga setempat. Ibu tersebut meminta pertanggungjawaban atas hutang yang diduga dilakukan oleh almarhumah semasa hidupnya.


Yang membuat geger, nominal hutang yang ditagih disebut-sebut mencapai angka fantastis, yakni ratusan juta rupiah. Hal ini sontak membuat prosesi pemakaman yang biasanya berlangsung khidmat menjadi riuh dan tertunda.


"Aksi ini dilakukan tepat ketika jenazah hendak diturunkan ke liang lahat. Seorang ibu maju dan meminta agar prosesi dihentikan sampai ada kejelasan mengenai hutang almarhumah," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, Senin (2/3/2026).


Unggahan itu pun langsung dibanjiri komentar warganet. Akun @aginta berkomentar dengan nada heran, "Itu gimana mas masan kok berani dipinjamkan," yang kemudian dibalas oleh sejumlah warganet lainnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga maupun perangkat desa setempat mengenai kebenaran nominal hutang serta bagaimana penyelesaian dari insiden tersebut. Namun, kejadian ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat, mengingat budaya utang-piutang di masyarakat Madura memang sangat kuat dan sering kali menjadi persoalan serius, bahkan hingga urusan akhirat.


Pihak kepolisian atau tokoh masyarakat setempat diimbau untuk segera melakukan mediasi agar proses pemakaman dapat segera diselesaikan dengan tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan ketentraman warga.

TerPopuler