VISTORBELITUNG.COM,Jeneponto – Sebuah kejadian memilukan sekaligus membingungkan baru-baru ini viral di media sosial, menyita perhatian warganet. Seorang wanita dengan niat tulus menolong anak kecil yang diduga tersesat di jalanan, justru harus menerima perlakuan tidak menyenangkan. Ia dituduh sebagai penculik oleh orang tua sang anak, padahal proses pertolongan telah dilakukan sesuai prosedur dan sepengetahuan aparat setempat.
Peristiwa ini bermula ketika seorang pengunggah video melihat seorang anak kecil berjalan sendirian di Jalan Tanetea, Kabupaten Jeneponto. Anak tersebut membawa tas yang berisi popok dan pakaian. Melihat situasi yang berisiko, sang wanita berinisiatif untuk mendekati dan menolong anak tersebut karena khawatir akan keselamatannya.
Kejadian ini ternyata tidak luput dari perhatian warga sekitar. Bahkan, Kepala Dusun setempat juga telah mengetahui situasi tersebut. Sebagai prosedur standar, anak itu kemudian dibawa ke Polsek setempat. Setelah melalui proses, atas izin petugas, anak tersebut untuk sementara waktu dibawa pulang oleh wanita tersebut demi keamanan sambil menunggu keluarganya ditemukan.
Puncak dari kejadian ini terjadi saat keluarga sang anak akhirnya berhasil ditemukan. Wanita tersebut dengan itikad baik langsung mengantarkan anak itu kembali ke Polsek untuk diserahkan kepada keluarganya. Namun, bukannya mendapat ucapan terima kasih atau jabat tangan, ia justru disambut dengan kemarahan dan tuduhan penculikan di depan umum.
Momen tidak mengenakkan ini pun terekam dan menyebar luas di platform media sosial, salah satunya Instagram. Akun @moodindo.news turut membagikan ulang kejadian tersebut, yang kemudian menuai beragam komentar dari warganet.
Seorang pengguna dengan akun @ruliemilano berkomentar dengan nada sinis, "Ibu kerudung item ga di lempar sendal aja mukanya?" Sementara itu, @restchyo menuliskan refleksi, "Ga semua orang layak di bantu, ga semua layak di kasih kebaikan."
Dari peristiwa ini, sebuah pesan bijak mengemuka di tengah hiruk-pikuk komentar warganet. "Dunia mungkin terkadang tidak adil terhadap niat tulusmu, namun jangan biarkan ketidaktahuan orang lain mematikan sisi kemanusiaanmu. Tetaplah menjadi orang baik, tapi tetaplah waspada dan dokumentasikan setiap langkah saat menolong, agar fitnah tidak menjadi penghalang bagi kebaikan."
Peristiwa di Jeneponto ini menjadi pengingat pahit bahwa niat baik tidak selamanya disambut dengan tangan terbuka. Meski demikian, diharapkan kejadian ini tidak memadamkan semangat masyarakat untuk saling tolong-menolong, namun dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan dokumentasi yang memadai.
