![]() |
| Foto:Yahudi Membawa Bendera Palestina |
VISTORBELITUNG.COM,Yerusalem – Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah, sebuah pemandangan berbeda dan jarang terekspos terjadi di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Sekelompok warga Yahudi yang secara terbuka menyatakan diri sebagai anti-Zionis menggelar aksi damai sambil membawa bendera Palestina, Sabtu (5/3/2026) waktu setempat.
Aksi yang diunggah oleh akun media sosial Mata Dunia ini memperlihatkan puluhan aktivis berkumpul di lingkungan yang selama ini menjadi simbol perlawanan warga Palestina terhadap perluasan permukiman Israel. Dengan mengenakan pakaian tradisional Yahudi namun mengibarkan bendera merah-hijau-hitam-putih, mereka menyuarakan solidaritas kepada warga Palestina.
Dalam orasinya, para demonstran menegaskan bahwa penolakan mereka terhadap Zionisme didasari pada ajaran agama dan sejarah panjang hidup berdampingan. "Sebagai orang Yahudi, kami telah hidup bersama dengan komunitas Muslim selama berabad-abad. Kami menolak ideologi Zionisme yang mengatasnamakan kami tetapi justru merenggut hak bangsa lain," ujar salah satu juru bicara aksi.
Mereka juga menyoroti kebijakan pemerintah Israel yang dianggap represif terhadap warga Palestina, terutama di kawasan Sheikh Jarrah yang kerap menjadi titik konflik. "Identitas Yahudi tidak identik dengan Zionisme. Anda bisa menjadi Yahudi yang taat namun tetap menolak pendudukan," tambahnya.
Aksi ini menambah daftar panjang protes dari kalangan Yahudi diaspora hingga kelompok internal seperti Neturei Karta yang secara konsisten menolak eksistensi negara Israel sebagai negara Yahudi hingga datangnya Mesias.
Menariknya, aksi ini mendapat sambutan hangat dari warga Palestina setempat yang ikut keluar rumah untuk menyapa para demonstran. Beberapa warga terlihat berpelukan dan berfoto bersama para aktivis Yahudi tersebut.
"Kami ingin dunia tahu bahwa konflik ini bukanlah perang agama. Ini adalah perlawanan terhadap ideologi dan kebijakan politik. Jika dibiarkan, identitas agama hanya akan menjadi tameng bagi kepentingan politik sempit," pungkas pernyataan aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi yang berlangsung damai tersebut.
